Entri Populer

Selasa, 30 April 2013

Cewek serbet di jepang_cerpen islami_background jepang



aisyah, atau nama jepangnya yamada anzu, merupakan cewek keturunan jepang-indonesia. Kini aisyah duduk di bangku kelas 2 SMA, salah satu sekolah menengah atas di tokyo, jepang. dirumahnya, aisyah dipanggil dengan nama indonesianya, aisyah maharani. Namun, ketika ia di sekolah, ia tidak dipanggil anzu-chan, ataupun aisyah. “Teman-temannya” memanggilnya manusia serbet. Ya, ia dipanggil demikian, karena sesuatu yang  mereka sebut “serbet” selalu aisyah pakai, untuk menutupi auratnya, tepatnya berhijab. Serbet itu adalah kerudung. Kerudung yang selalu aisyah gunakan, sejak ia memutuskan untuk berhijab sepenuhnya tahu lalu, saat penaikan kelas.
******
“hey manusia serbet!” panggil seseorang yang berada di belakang aisyah
aisyah tidak berbalik sedikitpun, malah ia mempercepat langkahnya. Ia bukan manusia serbet, dan itu bukan namanya. Tiba-tiba, bebuah tangan menarik kerudungnya dengan keras, membuat kerudungnya terlepas, dan menampakkan rambut hitam sepinggangnya yang lembut dan agak bergelombang.
“hey!” protes aisyah, berusaha mengambil kerudungnya kembali
“kurang ajar juga, nih anak baru. Hey manusia serbet!. Kau tuli yah!? Atau serbetmu ini membuat pendengaranmu tidak jelas?”
            Aisyah tidak menjawabnya. Ia tahu, mereka adalah kakak kelasnya, kakak kelas yang selalu membully-nya.
“ternyata kau selain tuli, juga bisu?” kata salah satu kakak kelasnya, yang mengenakan rok sekitar 20 cm dari pangkal pahanya. Dilihat dari penampilannya, aisyah memang “pantas” untuk dibully. Seragam yang semestinya berlengan pendek, ia membuatnya menjadi lengan panjang. Juga rok yang mestinya pendek, ia panjangkan sampai mata kaki. Seragam sekolah khas jepang yang mestinya menonjolkan kesan imut dan belia, tidak begitu dengan yang dipakai aisyah. Walaupun motif dan bahannya sama, aisyah justru terlihat tua dan seragam itu tidak terlihat sebagai seragam sekolah jepang, melainkan seragam madrasah aliyah di indonesia.
“maaf kak, tapi saya bukan manusia serbet”kata aisyah dengan nada suara rendah, namun dengan tatapan mata yang sangat yakin, seolah akan “memakan” semua orang yang menamainya manusia serbet.
“kurang ajar kau!” pekik salah satu kakak kelas cewek, lalu menarik ikat rambut iasyah, membuat rambut ikal cewek itu tergerai panjang. Kemudian saat kakak kelasnya itu hendak menarik rambut aisyah, cewek dari geng yang sama menghentikannya.
“bukannya kita hanya ingin memajaknya? Cepat ambil uangnya, dan kita pergi dari sini. Disini hanya akan membuang waktu kita saja” kata seorang cewek putih dengan mata besar tanpa noda sedikitpun diwajahnya. Sepertinya dia adalah ketua geng, karena hanya dengan perkataannya, cewek yang tadinya menarik rambut aisyah melepaskan tangannya, dan mengambil uang jajan aisyah sebesar 493¥, lalu geng tersebut meninggalkan aisyah, tanpa mengembalikan kerudungnya.
******
Aisyah sedang berjalan pulang. Saat melawati gerbang sekolah, seseorang menarik tangannya, membuat aisyah tersentak.
“kita perlu bicara” kata cewek tersebut, yang wajahnya tidak asing bagi aisyah. Dia adalah ketua geng yang memajak aisyah tadi pagi. Cewek itu masih menarik tangan aisyah, menuntunnya. Namun, aisyah hanya mengikuti kemana cewek itu menuntunnya, tidak melawannya. Iya memiliki firasat, cewek itu tidak berniat buruk terhadapnya.
Mereka sampai di sebuah cafe bergaya italia. Aisyah duduk tidak memesan apapun.
“ini barangmu” kata cewek itu, lalu mengeluarkan kerudung dan ikat rambut aisyah, juga uang 493¥, yang mereka ambil tadi pagi.
“kenapa kakak mengembalikan uangnya?” kata aisyah bingung
“sekarang pesanlah sesuatu, sama sepertiku” kata cewek itu, lalu meneguk secangkir kopi yang dipesannya tadi.
Aisyah bangkit dari tempat duduknya, dan beberapa saat kemudian iya kembali dengan membawa segelas fruit latte dingin.
“makasih kak. Oh ya nama saya yamada anzu”
“kuroki anna” jawab cewek itu singkat.
“kenapa kau memakai kerudung itu?” tanya anna-chan.
“mungkin kak anna tidak tahu. Di islam, perempuan yang telah baliq diwajibkan untuk menutup aurat mereka. aurat wanita, adalah seluruh bagian tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan. Jadi, saya memutuskan untuk berhijab, menutup semua aurat.” Kata aisyah, lalu ia meneguk fruit lattenya.
“aku juga tahu itu” kata anna-chan, lalu mengeluarkan sebuah kartu, dan memberikan ke aisyah.
Aisyah bingung menatap kartu ditangannya. Itu adalah kartu tanda pegenal anna-chan. Ia bingung, apa yang ingin anna-chan beritahukan kepadanya.
“coba kau baca kartu identitasku”
“nama, kuroki anna. Tempat tanggal lahir,busan 3 april 1995. Agama...” mata aisyah menyipit. Iya tidak tahu apa yang ia lihat. Apakah matanya salah lihat?
“....islam?” tanya aisyah tidak yakin, dengan apa yang tertulis di sana.
“ya” jawab anna-chan dengan nada tegang.
“bagaimana? Kau memutuskan untuk berhijab? Dengan segala resikonya? Bagaimana kau tahan memakai benda itu di kepalamu?” tanya anna-chan. Sepertinya, ini adalah alasan, mengapa ia mengajak aisyah berbicara.
“karena, dalam surah An-Nur ayat 31, ALLAH berfirman bahwaHendaknya kaum wanita menutup pandangan mereka dari pandangan yang penuh syahwat kepada laki-laki non muhrim, Wajib bagi kaum wanita menutupi auratnya dari laki-laki non muhrim juga Wajib bagi kaum wanita menutupi badan dan perhiasan mereka...” kata aisyah, menjelaskan segala sesuatu yang diketahuinya tentang berhijab.
“hanya itu? Bagaimana kau melawan semua tatapan buruk mereka?” kata anna-chan, kini mulai tertarik dengan cewek di depannya itu.
Aisyah berfikir sejenak. Sekarang, ia tahu harus menjawab apa. Jawaban yang juga membuatnya berhijab. Jawaban yang membuatnya kuat menghadapi segala macam cobaan dalam berhijab, untuk lebih dekat kepada ALLAH SWT.
“Karena, Rasulullah SAW bersabda: “Wanita yang di neraka menggantungkan dirinya dengan rambutnya adalah wanita yang tidak menutup rambutnya di hadapan selain muhrim.”, juga “Dua golongan penghuni Jahanam belum pernah aku lihat. Kelompok yang disiksa dengan sebuah pecut (menyerupai ekor sapi). Kedua para wanita yang berbusana namun telanjang (mereka yang mengenakan baju tipis dan transparan)...”... selain itu, karena anzu mengharapkan balasan syurga di hari akhir nanti. Itulah yang membuatku kuat, dengan semuanya” kata aisyah, dengan senyum yang sangat lembut, lebih lembut dari semua senyum yang pernah dilihat anna sebelumnya, membuat hatinya begitu sejuk.
******
“eh manusia serbet! Sini nggak!” pekik salah satu anggota geng yang sama yang menyerang aisyah tempo hari.
Aisyah tetap berjalan. Ia tahu, ialah yang mereka maksud. Namun, aisyah tetap tidak ingin berbalik. Itu bukan namanya.
“berheti nggak!” pekiknya. melihat aisyah tidak menghentikan langkahnya, ia berlari mengejar cewek itu, dan ketika ia sampai di sampingnya,
“PLAAKK” sebuah tamparan keras mendarat di pipi kuning langsat aisyah.
“hey kalian!!” teriak seorang cewek dari ujung koridor. Semuaya berhenti seketika.
Langkah kaki cewek  cewek itu terdengar jelas. Selangkah demi selangkah, hingga ia sampai di tempat dimana aisyah berada di sana. Semua orang yang melihat cewek itu, memandangnya dengan tatapan tidak percaya, termasuk aisyah.cewek itu berpakaian sama “kampungannya “ dengan pakaian yang dipakai aisyah, juga memakai serbet dikepalanya. Semuanya bingung, terlebih lagi sosok cewek yang memakai serbet itu adalah kuroki anna.
“hentikan! Kalian pikir kalain siapa? Kalian tidak lebih baik dari segerombolan lalat penyebar penyakit! Sana, pergi!” teriak anna-chan mengusir semua orang yang hendak membully aisyah.
Semuanya pergi, dengan tatapan tidak percaya. Bagaimana mungkin, teman mereka dapat mengusir mereka, juga berpakaian aneh seperti pakaian yang dipakai aisyah?.
“kamu tidak apa-apa, anzu-chan?” kata anna-chan, kini dengan mimik muka yang menunjukkan kekhawatiran.
“tidak... apa yang terjadi kak? Kenapa kau berpakaian begini?” tanyaaisyah, masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang.
“ saya ingin masuk surga” jawabnya dengan senyum, juga pipi yang agak merona.
“haha. Kita akan berjuang sama-sama ya, kak?” kata aisyah dengan senyum yang merekah diwajahnya, kemudian memegang tangan anna-chan
“mohon batuannya” balas anna kii memeluk kawan barunya itu.
******
Kini sudah 3 bulan sejak kuroki anna memutuskan untuk berhijab. Sekarang, ia bukan lagi ketua geng. Ia justru menjadi korban pembullyan sekarang. Walaupun begitu, ia baik-baik saja asalkan bersama anzu-chan, juga ALLAH SWT, anna yakin, anna akan baik-baik saja.



Jumat, 19 April 2013

RE-posting "lomba menulis puisi UCAP (ungkapan cinta ala penyair)- nurul mutmainnah jamil


Sungguh, sembilu terasa menyerang jemariku ketika kali pertama bertukar sapa denganmu. Kau tahu kenapa? Karena aku melihat Tuhan dalam dirimu; dari caramu menghargai keberadaanku dan kelembutanmu. Ialah membawa kehidupan. 

Aku mencintaimu. Sungguh! benar-benar mencintaimu. Dan jika aku boleh memohon padamu, jua pada pereka cipta alam semesta, aku ingin kau pun mencintaiku. Dan cinta kita tetap hidup: hingga mentari tak lagi diterbitkan, hingga awan pagi tak lagi putih, hingga angin sore tak lagi mendamaikan, hingga rembulan tak lagi bersinar, hingga bintang malam tak lagi berkelap-kelip, dan hingga Tuhan menyatukan kita di kehidupan selanjutnya*

(Aku Melihat Tuhan Dalam Dirimu-Avet Batang Parana

Terinspirasi dari cuplikan prosa liris di atas, kami—Penerbit Meta Kata bermaksud menyelenggarakan lomba menulis lagi—dengan ketentuan sebagai berikut: 
  1. Lomba terbuka untuk umum, mulai tanggal 14 April 2013 s.d 19 Mei 2013 (pukul 23:59 WIB). 
  2. Membagikan info lomba ini ke minimal 25 teman di jejaring sosial facebook, twitter atau posting di blog pribadi (pilih salah satu).
  3. Menjadi pengikut blog Penerbit Meta Kata: http://redaksi-metakata.blogspot.com/ (untuk memudahkan peserta melihat info lebih lanjut mengenai lomba ini). 
  4. Tema lomba: “UCAP (Ungkapan Cinta Ala Penyair)”, dengan sub tema: ungkapan cinta kepada sang Kekasih.
  5. Naskah dalam bentuk Prosa Liris (maksimal 100 kata) atau Puisi (maksimal 21 baris) dengan format file Ms Word 2003/2007, kertas ukuran A4, font TNR 12pt, spasi 1.5, margin rata-rata 3 cm (1,18 inci) untuk setiap sisi. 
  6. Naskah merupakan karya asli penulis dan belum pernah dipublikasikan dalam bentuk buku. 
  7. Setiap peserta hanya diperbolehkan mengirim 1 naskah terbaiknya, lengkap dengan biodata narasi, maksimal 30 kata. 
  8. Naskah yang telah memenuhi ketentuan di atas, dikirim ke email: redaksi.metakata@gmail.com (berupa attachmant, bukan di badan email), dengan subyek email: UCAP_JUDUL NASKAH_NAMA PENULIS dan nama file sesuai dengan nama penulis. 
  9. 111 naskah terpilih, akan diumumkan di blog resmi Penerbit Meta Kata pada tanggal 26 Mei 2013 
  10. Hadiah 
  • JUARA I: Paket Buku AKU, KAMU, DAN KITA; Tersandung Cinta Tanpa Jeda (Karya Avet Batang Parana Dan Risty Arvel) + Voucher Penerbitan Senilai Rp 100.000 + E-Sertifikat 
  • JUARA II: Paket E-Book AKU, KAMU, DAN KITA; Tersandung Cinta Tanpa Jeda (Karya Avet Batang Parana Dan Risty Arvel) + Voucher Penerbitan Senilai Rp 100.000 + E-Sertifikat 
  • JUARA III: Paket E-Book AKU, KAMU, DAN KITA; Tersandung Cinta Tanpa Jeda (Karya Avet Batang Parana Dan Risty Arvel) + Voucher Penerbitan Senilai Rp 50.000 + E-Sertifikat 
  • JUARA IV: Paket E-Book AKU, KAMU, DAN KITA; Tersandung Cinta Tanpa Jeda (Karya Avet Batang Parana Dan Risty Arvel) + E-Sertifikat 
  • JUARA V: Paket E-Book AKU, KAMU, DAN KITA; Tersandung Cinta Tanpa Jeda (Karya Avet Batang Parana Dan Risty Arvel) + E-Sertifikat 
  • JUARA VI: E-Sertifikat 
  • JUARA VII: E-Sertifikat 
  • JUARA VIII: E-Sertifikat 
  • JUARA IX: E-Sertifikat 
  • JUARA X: E-Sertifikat 
  • 111 NASKAH TERPILIH: Diterbitkan Secara Indie di Meta Kata 
  • SEMUA KONTRIBUTOR BUKU: Mendapatkan Diskon 20% Untuk Pembelian Buku Terbit 
Demikian pengumuman lomba dari kami. Selamat berkarya dan sukses selalu untuk kawan-kawan semua.