Entri Populer

Rabu, 26 Februari 2014

Blogger-nya Galaxy Pungky itu....

     
 http://galaksipungky.blogspot.com/2014/02/galaksi-pungky-giveaway.html?
       
          Tema tulisan untuk lomba ini adalah tentang Galaxy Pungky, jujur saja, tema ini membuat gue bingung. Mau nulis apa? Setelah bersemedi cukup lama, akhirnya gue memutuskan untuk nulis segala hal yang pengen gue tulis buat blog ini.

Pertama, desain blognya. Jujur, sebagai seorang blogger gue iri baget dengan desainnya yang soft dan nggak berantakan disana-sini. Pengen banget punya blog yang desainnya kayak blog Galaxy Pungky ini.

Kedua, meskipun gue juga cewek, tapi melihat foto profil mbak bloger yang berusia 24 tahun itu, gue harus jujur. Mbak CANTIK BANGET. Sumpah :3 rambut mbak lurus, cantik.

Ketiga, gue juga suka dengan cara penulisan galaxy pungky. Gaya tulisannya interaktif, lucu termasuk menghibur, iya. Beberapa blog-blog yang saya tahu sebahagian besar memang menggunakan bahasa baku dan terkesan berat, sangat berbeda dengan blog ini yang ringan, tapi bagus.

Selain pujian, tentu ada kritikan, bukan?

kritikannya cuma satu sih, blognya memang bertema pink-pink gitu, tapi gue punya teman cowok, yang bilang “minat”nya itu langsung lenyap seketika begitu melihat sesuatu yang tidak sesuai dengan karakternya (terlalu pinky, mungkin). Gue  harap, ini bisa jadi bahan pertimbangan, tapi tentunya tidak menghilangkan mood yang punya blog :D.


Terakhir, saya doakan mudah-mudahan mbak semakin murah rezeki, kalau bisa rejekinya dibagi-bagi ke saya juga, caranya? Jadiin saya pemenang, ya J

Selasa, 11 Februari 2014

A Letter For My Guardian Angel

Dear my guardian angel
Hi, bagaimana kabarmu? (baiklah, ini hanya basa basi. Aku tahu kau selalu baik, setidaknya fisikmu iya). Jujur, beberapa hari ini aku merasa kurang baik. Kapan kau datang berkunjung? Aku merindukanmu. Aku rindu saat aku curhat kepadamu seperti dulu. Sangat rindu.
Aku tahu kau sangat sibuk dengan anak asuhmu yang lain. Apa ada yang seburuk diriku? Hahahah.  Kau tahu, nadin, teman SMPku dulu? Aku bermimpi tentangnya semalam. Belakangan ini, dian semakin sering muncul di pikiranku. Apa ini pertanda? Cari tahu tentang itu, kumohon.
Kapan kau datang berkunjung? Kau tidak pernah lagi menyapaku. Lewat hembusan angin, bunyi dedaunan, bahkan mimpi kau tidak pernah datang. Apa anak asuhmu membuatmu membenciku? Tolong berkunjung. Aku sangat merindukanmu.
Belakangan ini lomba menulis yang aku ikuti, semuanya gagal. Waktuku sangat berat, dan kau pergi entah kemana. Hari ini, ayah tahu aku menulis dan dia sangat marah. Ayah menyuruhku untuk menghentikan semua kegilaanku. Tapi aku sangat menginginkan semua ini. Kau tahu seberapa besar aku menginginkannya.
Ayah bertanya “masa depan apa yang akan kujalani, jika aku memilih jalan sebagai seorang penulis.” Aku sedih, karena aku menginginkan semua ini, dan sangat tergila-gila karenanya. Tapi, masa depanku masih buram. Hanya warna hitam jika aku memandang jauh. Apa kau masih jadi malaikat penjagaku? Tolong. Jaga hatiku, untuk tetap kukuh dengan jalan yang kujalani, dan buat aku tidak menyesal. Peluk aku, aku merindukanmu, hingga hamper gila karenanya.
Maaf mengirimkanmu surat penuh dengan perasaan sedih, juga kebingungan. Tolong, datang berkunjung. Aku sangat ingin menangis dibahumu. Aku …aku sangat merindukanmu memelukku, nyaris gila karenanya.
Aku berharap kau membaca ini, dan segera setelah kau membacanya, kau berlari datang mengunjungiku. Aku merindukanmu. Merindukanmu dan sangat merindukanmu.
Penuh rindu,

NOE JOEN




ini sangat membutuhkan like kawan, agan/aganwati, dan mak-mak sekalian. 
silahkan kunjungi note facebook berikut:

Rabu, 05 Februari 2014

(Masih) Menuju Sukses !!

(masih) menuju sukses !!
                Siapa yang tidak kenal J.K Rowling? Penulis ter-keren –menurutku dan kebanyakan orang- ini melambungkan namanya lewat karya fenomenal, harry potter. Menjadi milyarder dengan limpahan popularitas kerena tulisannya. Didalam negeri, ada Raditya Dika. kak Raditya Dika ini terkenal lewat cara menulisnya yang kocak dan pembawaan lahir yang mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Siapa sangka, dunia literasi membukakan mereka jalan menuju bidang usaha yang lain, dan berakhir sukses disana.
Berawal dari kisah sukses para novelis itu, saya memulai menuliskan beberapa hal, mulai dari novel, cerpen, artikel dan lain sebagainya. Tapi tidak semudah itu, tentunya. Diperlukan waktu untuk mengasah keterampilan, kosa kata, pemilihan kata yang tepat dan yang terpenting mengumpulkan keberanian. Keberanian untuk mencoba.   
******
Saat ini saya masih berstatus sebagai siswa di sebuah SMA Unggulan dikotaku. Belajar mata pelajaran sekolah dan menulis tidaklah gampang dilakukan diwaktu yang bersamaan. Awal terjun, saya mengikuti sekitar lima event menulis yang semuanya cerpen. NIHIL. Saya gagal di percobaan pertama. Saya tahu, gaya menulis saya masih sangat kaku. Oleh karena itu, saya tidak menyerah dan kembali mencoba.
Semuanya berjalan begitu-begitu saja selama beberapa bulan. Hingga saya mengikuti sebuah kontes menulis novel yang mengubah hidup saya. Selama kurun waktu 3 bulan saya fokus menulis sebuah novel ringan khas anak remaja. Saya tidak berharap banyak, karena saya tahu karya saya masih memiliki banyak kekurangan. Tapi, entah kenapa hati saya tetap saja berharap, berharap dengan sangat bodohnya.
Tidak ada keajaiban yang terjadi. saya kalah. Waktu itu, saya menangis tidak tahu harus berbuat apa, dan bersandar kepada siapa. Ibu? Ayah? Mereka sampai sekarang bahkan tidak tahu bahwa saya terjun atau setidaknya tengah menggeluti dunia literasi. Mereka, tidak pernah setuju saya mencoba sesuatu di luar jalur yang mereka tentukan. Kedua orangtuaku sangat mengekang bakat yang saya miliki. Tapi, saya  tahu pasti mereka hanya ingin aku bahagia, dan tidak tersakiti.
Selalu mencoba dan gagal, kehilangan kepercayaan diri, bahkan tidak memiliki tempat bersandar membuat saya nyaris berhenti dari dunia literasi ini. tapi, disaat saya akan memutuskan untuk pergi, tuhan berkata lain. Cerpen saya terpilih sebagai pemenang kedua, dan seolah tuhan menjawab doa saya, entah keapa saya ingin tetap tingggal di dunia ini, sampai sekarang.
******
Alhamdulillah, sekarang saya sudah berhasil menyumbangkan karya saya di lima buku antologi, diantaranya:




Walaupun masih sangat baru di dunia literasi ini, walaupun masa depan masih tak tampak di depan mata, bahkan walaupun saya masih tidak bisa memastikan masa depan seperti apa yang akan saya jalani, tapi saya akan tetap berada di dunia literasi. Apapun yang terjadi didepan setelah ini.

selamat ulang tahun untuk mozaik indie publishing, semoga semakn jaya, dan semakin sering mengadakan event-event yang  menarik.


Senin, 03 Februari 2014

Efek Pembangunan Terhadap Bumi Pertiwi

“Tempat ini menjadi satu-satunya tempat mangkal para nelayan di tengah Kota Manado, yang telah dikelilingi pusat perbelanjaan. Ribuan nelayan telah tersingkir dari wilayah hidup mereka atas nama pembangunan (reklamasi).”

Saya mencari beberapa artikel di internet tentang kasus-kasus pembangunan yang boleh dikata menyengsarakan warga sekitar tempat pembangunan itu sendiri. kalimat di atas saya kutip dari sebuah artikel yang saya temukan di internet. Sungguh saya tercengang. Di sisi lain, kehausan warga akan menikmati kemajuan tekologi nampaknya harus dibayar mahal dengan rusaknya alam akibat kemajua teknologi itu. miris memang.
Disatu sisi kita benar-benar haus akan teknologi dan tidak mungkin hidup selamanya mejadi bangsa primitif, tapi di sisi lain kita tidak tahu apa yang akan menimpa alam yang sudah sangat berbaik hati kepada kita, bahkan kita tidak tahu apakah alam masih sudi berteman dengan kita besok.
Berbicara tentang pembanguna dengan aspek kemajuan teknologi yang kental, semua akan menunjuk bangnunan satu ini, mall. Mall adalah suatu tempat yang sering kali didatangi orang-orang dengan tujuan yangberbeda-beda disajikan dalam satu atap. Tapi, apakah mall-mall yang kerap kali anda kujungi itu dalam pembangunanya juga memperhatikan aspek lingkunga? Atau tidak sama sekali?




Belakangan ini banjir sedang “ganas-ganasnya” menyerang ibukota. Mengapa? Bukankah banjir menyerang karena tidak terima lahan resapan mereka didirikan bangunan megah berpuluh-puluh tingkat?
Bukankan banjir kesal sampah yang menghalangi jalan mereka menumpuk di segala sisi?
Jika kita adalah warga negara yang cerdas dan berpikir maju untuk generasi mendatang? Bukankah kita mestinya tidak membiarkan kesalahan pembangunan ini berkelanjutan? Mestinya kita merubah segalanya mulai sekarang. Berhenti membuat penataan kota bertambah hancur. Berdiam diri juga tidak baik.




Bersama berpegang tangan membangun denga serius demi masa depan cerah yang membahagiakan.