Entri Populer

Minggu, 17 Agustus 2014

A Week Without High Heels

Apa menjadi seorang yang tertarik dengan sepatu adalah hal yang aneh?

Maksudku jika kau menjawab “iya”, berarti kau belum mengenal mereka, orang-orang diluar sana yang bahkan lebih aneh dariku. Bagaimana kau menyikapi mereka yang terobsesi akan boneka barbie, atau mereka yang terobsesi akan tubuh yang kurus, bahkan mereka yang hanya bisa tidur di kamar mandi?

So think about that.....

 Aku sangat mencintai High Heels, kau tahu?

Mereka indah, mengkilap dan mewah. “sepatu yang baik akan mengantarmu ke tempat yang baik pula dan sebaliknya” kau setuju, bukan? Jadi apa salahnya memakai sepatu yang indah?

Sehari tanpa high heels.....

Kemarin, aku menemui seorang dokter kulit  dan vonisnya membuatku sangat frustasi.  Bagaimana hidup si-“geek in high heels” tanpa high heelsnya? Feels like in hell. Kulit juga ujung jari-jari kakiku membengkak dan memerah karena memakai high heels untuk waktu yang lama, ditambah  lagi aku sibuk berlari-lari keliling kantor beberapa hari belakangan. Alhasil, dokter wanita berparas jepang itu menyarankanku untuk tidak memakai high heels setidaknya selama seminggu, dan mengganti high heels indah, mengkilap dan mewahku dengan sandal flat yang terbuat dari busa yang empuk.

Please....

Hari ini aku tidak akan memakai high heels ke kantor dan menggantinya dengan sandal berwarna soft pink yang senada dengan warna cat kukuku.

Emmm. Semuanya tampak sempurna. Pakaian, aksesoris dan make up, semuanya sempurna seperti biasa. Hanya saja, aku tidak pernah merasa aku sependek ini!!!.

Well. Mungkin aku tidak harus ke kantor hari ini.  Maksudku, aku tidak pernah mengira aku sependek ini tanpa high heels ku.

I need my mood boster, i need my high heels

Ketika kau tidak dalam mood yang baik, kau tidak akan menikmati hal yang biasanya kau nikmati. Begitupun aku.

Aku mengerti dengan sangat baik jika kakiku tidak bisa bertoleransi dengan high heels lebih lama begitupun aku tidak mungkin meninggalkan pekerjaanku dikantor selama seminggu. Karenanya, setelah absen dihari pertama, akupun memutuskan untuk masuk kantor dihari-hari berikutnya, menghabiskan seminggu dengan sandal-sandal berbagai warna.

Well, kau tahu apa yang terjadi?

Sangat berbeda dari bayanganku. Nyatanya, mereka tidak menyadari akan ketidakhadiran high heels yang biasanya kupakai. Mereka malah memuji diriku yang memakai sandal sebagai alas kaki.

“semoga cepat sembuh”

“well, aku harap kau memakai sandal lebih sering setelahkau sembuh nanti. Ini sangat baik untuk kakimu.”
Well, aku senang memiliki teman kantor yang menanggapi positif beberapa hal yang kulakukan.


“haruskah aku mengganti judul novelnya menjadi Geek In Sandal?”