Entri Populer

Kamis, 05 Februari 2015

Adilkah dunia ini??

Aku terlahir dari keluarga yang biasa-biasa saja, namun tidak pernah menyesal atau menginginkan keluarga baru yang lebih sempurna.

Aku menyayangi mereka.

Bersyukur memang hal yang penting. Tapi, haruskah kita berhenti berusaha dan "hanya" bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang?

Lantas jika demikian, lalu kenapa soekarno menyuruh anak bangsa untuk menggantungkan cita-cita mereka?? Haruskah yang diatas semakin ditarik keatas, sementara yang dibawah hanya duduk tanpa melakukan pemberontakan?

Berusaha melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya memang tampak mustahil. Maksudku, aku yang pertama dikelurgaku yang menulis novel, dan hal-hal yang membuang-buang waktu lainnya.

Aku percaya dunia ini adil. Aku bukanlah anak yang bberasal dari keluarga konglomerat atau anak mentri. Aku hanya anak biasa. ,

Aku ingin menulis dan merubah nasibku, membuat uang sendiri, dan merubah status sosial. Itu memang bukan hal yang mustahil. Tapi, kenapa Tuhan tidak pernah memberiku celah kecil yang bisa kujadikan titik awal. Aku memang berusaha, sekarang sudah genap 6 tahun tanpa hasil yang berarti.

Jika berhenti sekarang, maka itu artinya aku berserah pada takdir. Jika terus berusaha disini, aku tidak lebih dari seorang yang bodoh.

Adilkah pilihanku??

Adilkah aku berusaha sebodoh ini tanpa hasil??

Tuhan, tolong beri aku jalan, atau setidaknya sesuatu yang memberiku keyakinan lebih. Aku mulai meragukan diriku sendiri, Tuhan.....



2-6-10-20-2015

NJ